Mengapa kami membangun Revel
Revel adalah kamera bersama untuk kehidupan nyata. Kamu membuat Moment, tamumu scan kode, dan semua orang memotret ke dalam satu roll yang sama — tanpa download aplikasi, tanpa buat akun, tanpa ribet. Saat Moment berakhir, seluruh galeri terbuka untuk semua orang sekaligus. Itulah Reveal.
Kami membangun Revel karena kami sendiri terus mengalami frustrasi yang sama berulang kali: kamu pergi ke pernikahan, ulang tahun, atau team offsite, dan foto-fotonya berakhir tersebar di tiga puluh galeri ponsel dan belasan group chat. Seseorang bilang "kirimin yang itu dong" dan separuh waktu itu tidak pernah terjadi. Jepretan terbaik dari malam terbaik begitu saja… hilang.
Kamera sekali pakai pernah menyelesaikan masalah ini. Satu kamera, satu roll, semua berkontribusi, semua menunggu foto bersama. Ritual itu — antisipasi bersama, kejutan melihat apa yang diabadikan orang lain — adalah sesuatu yang benar-benar istimewa. Tapi kamera sekali pakai itu boros, tidak praktis, dan hasilnya biasanya jelek.
Jadi kami bertanya: bagaimana kalau kamu bisa mempertahankan keajaiban itu tapi menggunakan kamera luar biasa yang sudah ada di saku semua orang? Bagaimana kalau pengalaman mengumpulkan foto bisa semudah pengalaman mengambilnya?
Itulah Revel. Coba saja — kalau kamu punya teman di dekatmu dan ponsel di sakumu, kamu sudah punya semua yang dibutuhkan untuk mulai.
Pemikiran di balik Revel
Kami punya pandangan yang jelas tentang bagaimana pengalaman foto bersama seharusnya bekerja. Inilah ide-ide yang membentuk apa yang kami bangun, dan apa yang kami pilih untuk tidak dibangun:
1/ Kamera terbaik adalah yang sudah kamu punya.
Semua orang di acaramu sudah punya kamera luar biasa di saku mereka. Masalahnya tidak pernah soal hardware — tapi tidak ada cara sederhana untuk mengarahkan semua kamera itu ke album yang sama. Revel tidak menggantikan kamera siapa pun. Revel hanya memberikan semua orang tempat bersama untuk memotret.
2/ Ribet membunuh partisipasi.
Setiap langkah yang kamu tambahkan antara "saya ingin mengambil foto" dan benar-benar mengambilnya akan mengorbankan setengah dari tamumu. Download aplikasi? Kehilangan setengah. Buat akun? Kehilangan setengah lagi. Kami terobsesi menghilangkan setiap ketukan yang tidak perlu, karena keajaibannya hanya bekerja kalau semua orang berpartisipasi — bukan hanya tiga orang yang mau repot melewati semua hambatan.
3/ Antisipasi adalah bagian dari pengalaman.
Ada sesuatu yang hilang saat setiap foto langsung terlihat. Dengan kamera sekali pakai, kamu tidak melihat hasilnya sampai roll-nya dicetak — dan penantian itu membuat momen reveal benar-benar mendebarkan. Revel menghidupkan itu kembali. Kamu bisa memilih untuk merahasiakan foto sampai Moment berakhir, sehingga semua orang menemukan cerita lengkapnya bersama. Saat galeri terbuka, itu adalah acara tersendiri.
4/ Fotomu milikmu, titik.
Kami tidak membangun jaringan sosial. Kami tidak melatih model dari kenanganmu. Kami tidak akan menampilkan pesta ulang tahun pribadimu di feed publik. Fotomu adalah milikmu. Download, bagikan sesukamu, hapus kapan pun kamu mau. Kami menyimpannya untukmu, bukan darimu.
5/ Alat harus terasa dibuat dengan penuh perhatian.
Kami percaya kamu bisa merasakan kalau sesuatu dibuat oleh orang-orang yang benar-benar menggunakannya. Setiap detail di Revel — bagaimana kamera terasa, momen saat galeri terbuka, tekstur pengalamannya — ada di sana karena kami menginginkannya untuk acara kami sendiri terlebih dahulu. Kami tidak mengoptimalkan metrik engagement. Kami membangun sesuatu yang bangga kami berikan ke teman dan bilang "coba ini di pestamu."